CV. Wijaya Lightning Protection
CV.Wijaya Lightning Protection - Jual Penangkal Petir dan As Grounding Tembaga

Penangkal Petir BlueCRN yang Cocok untuk Skala Rumahan

Tanggal :4/26/2021 11:52:00 AM Penulis : Atmawijaya

Penangkal petir menjadi barang wajib bagi sebuah gedung yang memiliki banyak peralatan elektronik atau gedung yang berada pada wilayah yang rawan terjadi petir.

Penangkal petir berfungsi untuk mencegah aliran petir mengenai objek di tanah. Salah satu produk penangkal petir yang cocok untuk dijadikan rekomendasi Anda adalah penangkal petir BlueCRN.

 
penangkal petir bluecrn

Proses Terjadi Petir di Langit

Sebelum berbicara mengenai penangkal petir, hal pertama yang harus Anda mengerti adalah bagaimana petir terjadi dan bagaimana cara petir menyambar sebuah objek di tanah.

Dengan informasi tersebut, Anda dapat memilih penangkal petir yang sesuai kebutuhan dan keadaan dari lokasi Anda sehingga penangkal petir Anda dapat berguna secara maksimal.


a. Proses Terbentuknya Petir

Sebelum membeli penangkal petir, Anda harus memahami bagaimana proses terbentuknya petir untuk memahami kebutuhan penangkal petir yang cocok. Petir adalah salah satu fenomena alami yang menjelaskan perpindahan muatan negatif menuju bumi untuk terikat dengan muatan positif.

 
proses terjadinya sambaran petir

Akibat adanya dekatnya jarak antar muatan negatif di awan dan muatan positif di bumi menyebabkan penyaluran energi menjadi lebih besar. Penyaluran energi ini diakibatkan awan melepaskan bagian-bagiannya dalam bentuk kristal es.

Untuk memahami pengertiannya lebih lanjut, Anda bisa memperhatikan pergerakan awan dan proses hujan. Awan mengandung dua muatan yaitu muatan positif dan negatif yang tersebar merata sehingga membuat awan netral.

Akibat adanya tiupan angin, awan bergerak hingga ketinggian tertentu dan menyebabkan terjadinya pembekuan bagian awan akibat suhu dingin. Pembentukan kristal akibat suhu yang dingin menyebabkan awan terbagi menjadi dua.

Muatan positif pada awan bergerak menuju bagian atas dan muatan negatif bergerak menuju bagian bawah. Proses ini diakibatkan kristal es yang terbentuk telah mencapai titik tembus massa udara sehingga memisahkan muatan negatif dan positif yang tersebar menjadi dua bagian.

Banyaknya muatan negatif di bagian bawah membuat terjadinya induksi muatan. Muatan positif pada bumi menarik muatan negatif pada bagian awan dalam skala besar. Sehingga udara antara awan dan tanah terbentuk medan listrik.

Penurunan muatan negatif dalam skala besar akan menyebabkan terjadinya petir yang membawa muatan hingga 20 KV/M dan arus sebesar 200 ribu ampere.


b. Tahapan-Tahapan Sambaran Petir

Dalam proses perpindahan muatan negatif ke bumi, terdapat beberapa tahap yang menyebabkan sambaran petir dapat mengenai sebuah objek. Sebuah sambaran petir tidak secara acak mengenai sebuah objek namun akibat adanya akumulasi muatan negatif pada area tertentu.

Namun keberhasilan sambaran hingga mengenai objek dipengaruhi oleh kekuatan medan yang dihasilkan antara muatan negatif dan positif. Kekuatan medan ini akan menjadi jembatan untuk menghasilkan kilatan petir pada objek tertentu. Terdapat 3 tahapan yang harus terjadi agar petir dapat mengenai sebuah objek tertentu.

 
proeses terjadinya sambaran petir

  • Tahap pertama adalah tahap akumulasi muatan negatif pada bagian bawah awan hingga melebihi muatan massa udara. Pada tahap ini, terjadi penentuan arah dan besar muatan yang akan dilepaskan kepada objek. Arah rambatan sangat dipengaruhi faktor ionisasi yang terbentuk pada udara di bawah awan. Semakin tinggi konsentrasi pada medan ionisasi, maka medan listrik yang terbentuk menjadi netral sehingga kilatan tidak akan bergerak menuju area tersebut. Jika konsentrasi pada medan ionisasi rendah, maka terjadinya medan listrik semakin besar dan arah kilatan menjadi lebih jelas.
  • Tahap kedua adalah tahap sambaran awal. Setelah terbentuk jalur sambaran, awan akan secara berkesinambungan melepaskan muatan negatif pada lintasan tersebut. Semakin banyak dan semakin besar energi yang dilepaskan akan menyebabkan jarak antara sambaran petir dengan objek menjadi lebih dekat.
  • Tahapan ketiga adalah kilatan umpan balik. Muatan negatif yang secara masif turun ke bumi akan berpasangan dengan muatan positif dari bumi. Interaksi muatan ini akan menyebabkan pelepasan energi listrik. Pelepasan energi listrik ini akan menjadi titik poin sambaran petir.

Jika suatu objek memiliki kilatan umpan balik atau pelepasan energi listrik, secara langsung objek tersebut menjadi tujuan dari sambaran petir dengan energi yang lebih besar dari awan.

Faktor yang berperan penting dalam sambaran petir adalah penggabungan muatan negatif dan muatan positif yang menghasilkan listrik, sehingga Anda bisa melakukan tindakan preventif berupa mengecilkan lintasan energi listrik yang ada. Mengecilkan lintasan energi listrik bisa dilakukan dengan menggunakan penangkal petir BlueCRN.


c. Dampak dan Efek Sambaran Petir

Sambaran petir yang mengenai sebuah objek akan sangat berdampak buruk terhadap objek tersebut terutama kerusakan yang ditimbulkan. Sambaran petir pada sebuah objek akan menghasilkan empat efek yaitu efek panas, efek induksi, efek kematian, dan efek akustrik. Selain itu, terdapat beberapa dampak yang ditimbulkan sambaran petir.

efek dari sambaran petir

  • Efek Panas Efek panas adalah efek yang ditimbulkan akibat besarnya energi yang diberikan oleh petir kepada objek yang dikenainya. Efek panas akan menyebabkan objek yang dikenai menjadi terbakar akibat memiliki akumulasi panas yang cukup besar secara tiba-tiba tanpa ada penanganan.
  • Efek Induksi Efek induksi adalah efek yang ditimbulkan akibat sambaran petir pada objek sehingga objek menyimpan tegangan dan arus yang cukup banyak. Efek ini sangat berbahaya pada peralatan elektronik dikarenakan peralatan elektronik akan menyimpan listrik statis dalam jumlah yang sangat besar sehingga mudah terjadi konslet.
  • Efek Kematian Efek kematian diakibatkan karena besarnya tegangan dan ampere yang dikenai kepada makhluk hidup. Pada umumnya, makhluk hidup yang terkena sambaran petir memiliki kemungkinan kecil untuk bertahan hidup. Dikarenakan energi yang cukup besar tidak dapat ditampung oleh tubuh makhluk hidup.
  • Efek Akustik Efek akustik adalah efek yang disebabkan sambaran petir pada benda elektronik berupa gangguan gelombang radio sehingga receiver pada peralatan elektronik tidak dapat menerjemahkan informasi yang terdapat di dalam gelombang radio. Efek ini menyebabkan peralatan elektronik tidak bisa berfungsi baik mengirim dan menerima.

Semua efek tersebut dapat dihindar menggunakan teknologi penangkal petir. Namun kebutuhan penangkal petir harus memperhatikan kondisi dan luas jangkauan. Untuk skala rumahan, pilihan produk yang tepat adalah penangkal petir yang diproduksi oleh CURRENT INDONESIA yang telah teruji kualitasnya.

Kenapa Harus Penangkal Petir BlueCRN?

Sebenarnya apa yang membuat produk CURRENT INDONESIA menjadi alternatif terbaik untuk memilih produk penangkal petir? Terdapat 10 alasan mengapa harus menggunakan CURRENT INDONESIA.
logo bluecrn
Simak berikut ini 10 alasan kenapa harus menggunakan penangkal petir jenis BlueCRN sebagai solusi penangkal petir skala rumahan.

  1. Terbaik dikelasnya. Sebagai penangkal petir skala rumahan, penangkal petir milik CURRENT INDONESIA memiliki beberapa keunggulan terutama jangkauan yang diberikan dan pemasangan yang sederhana 
  2. Bahan penangkal petir tidak menggunakan radioaktif sehingga aman digunakan dan dipasang siapa saja 
  3. Terbuat dari tembaga murni dengan luas penampang yang cukup besar serta dilapisi dengan fiberglass untuk mengurangi induksi medan magnet yang terjadi ketika sambaran mengenai produk 
  4. Telah menggunakan sistem elektrostatik sehingga pembentukan medan ionisasi di sekitar penangkal petir menjadi lebih cepat dibandingkan benda di sekeliling penangkal petir
  5. Area perlindungan yang diberikan sejauh 120 meter dengan panjang 500 mm dan diameter 190 mm.
  6. Memiliki nilai estetika yang baik sehingga sangat nyaman secara visual untuk ditempatkan di berbagai posisi
  7. Perawatan tergolong mudah dikarenakan tidak memerlukan komponen yang susah dicari atau sensitif. Perawatan dapat dilakukan secara standar
  8. Sangat cocok untuk bangunan yang memiliki luas cukup besar dikarenakan biaya yang dikeluarkan untuk pembelian dan pemasangan cukup murah
  9. Tidak membutuhkan tambahan daya dari luar untuk menghidupkan. 100% daya menggunakan ion-ion negatif dari awan
  10. Tergolong sebagai penangkal petir eksternal sehingga tidak membahayakan bangunan yang berada penangkal petir

Itulah 10 alasan mengapa Anda harus menggunakan produk dari CURRENT INDONESIA dikarenakan produk ini memiliki daya saing dari segi kualitas, material yang digunakan, perakitan dan perawatan produk, hingga biaya yang ditawarkan.

Sehingga sangat cocok untuk Anda jadikan alternatif dalam memilih penangkal petir. Selain itu, penangkal petir ini memiliki 3 jenis yang bisa Anda coba yaitu 

  • N3.35 dengan diameter 110 mm dan 55 mm yang memiliki jangkauan perlindungan sebesar 35 meter
  • N3.70 dengan diameter 70 mm dan 135 mm dengan jangkauan perlindungan sebesar 70 meter
  • N4.120 dengan diameter 70 mm dan 190 dengan jangkauan perlindungan sebesar 120 meter.

Nilai tersebut menunjukkan bahwa Head Terminal yang diciptakan oleh CURRENT INDONESIA memiliki ukuran yang cukup kecil namun memiliki jangkauan yang cukup luas.

Sehingga produk ini sangat cocok untuk digunakan karena tidak terlalu memakan tempat, mudah dalam penggunaan, perawatan, dan instalasinya.

Apa Saja yang Didapatkan dalam Paket BlueCRN?

BlueCRN adalah serangkaian alat yang terdiri dari 4 komponen yaitu Head Terminal, kabel penghantar/konduktor, Sistem grounding, dan material bantu/aksesoris.

Baca juga: Penangkal Petir Prevectron Indelec Francis Standar Internasional NFC 07-102:2011

Dalam 1 paket BlueCRN, Anda akan mendapatkan semua komponen ini. Sehingga ketika Anda membeli paket BlueCRN dan Anda tidak mendapatkan salah satu komponen, maka Anda bisa melakukan protes dan pengembalian barang.

Secara lengkap sebuah paket pemasangan BlueCRN mengandung

  • 1 unit Head Terminal dengan tipe tertentu
  • 1 Unit Connecting Sleeve
  • 1 Set Tiang Minipole dengan tinggi maksimal 5 meter
  • Batang Pipa PVC ½”
  • jasa pengeboran sistem grounding dengan kedalaman maksimal 10 meter
  • dan paling penting adalah adanya garansi selama 1 tahun pemakaian
  • Dalam setiap tipe Head Terminal yang dipilih juga terdapat kabel BC 50 mm, control box untuk memperhatikan sistem grounding yang telah dipasang.

Sehingga Anda cukup membeli paket BlueCRN dengan tipe Head Terminal tertentu, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya dua kali untuk pemasangan dan instalasi penangkal petir.

BlueCRN Head Terminal adalah pengembangan penangkal petir yang dimiliki oleh BlueCrn INDONESIA sebelumnya sehingga secara kualitas memiliki keunggulan dibandingkan produk penangkal petir terdahulu. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa memperhatikan fungsi-fungsi setiap komponen yang ada di dalam paket ini.

1. Head Terminal

 
air terminal bluecrn
Head Terminal adalah komponen yang terletak pada bagian atas rangkaian BlueCRN. Fungsi dari Head terimal adalah melindungi bangunan atau area di sekitar Head Terminal dengan cara membentuk medan ionisasi secara cepat di bagian Head Terminal sehingga sambaran petir bisa terkonsentrasi menuju Head Terminal dan tidak menuju wilayah lain.


2. Kabel Penghantar / konduktor

 
konduktor penangkal petir
Komponen kedua adalah kabel penghantar. Kabel ini menyambungkan antara Head Terminal dengan sistem grounding. Ketika petir menyambar bagian Head Terminal, kelebihan muatan yang ada di Head Terminal akan secara langsung disalurkan menuju sistem grounding menggunakan kabel penghantar jenis tunggal dengan ukuran minimal 1 x 50 mm2.


3. Sistem Grounding

 
grounding sistem
Komponen ketiga yang ada dalam paket ini adalah sistem grounding. Sistem grounding akan menyalurkan muatan listrik akibat sambaran petir menuju tanah. Sehingga semua muatan listrik tidak tersimpan dalam komponen penangkal listrik. Sistem grounding ini memiliki keunggulan dalam hal ketahanan, konduktivitas, dan tahan korosi.


4. Material Bantu / Aksesoris

 
aksesoris penangkal petir dan grounding system
Komponen terakhir adalah material bantu. Material bantu adalah semua komponen atau material yang diperlukan untuk mendukung sistem penangkal petir bekerja secara optimal. Material bantu dapat berupa sealing kabel penghantar, baut, dan sebagainya.


Setelah Anda memahami setiap fungsi dari komponen yang ada, Anda bisa melakukan pengembalian jika salah satu komponennya tidak ada. Karena jika salah satu komponen tidak ada, maka Anda tidak bisa menggunakan penangkal sinyal dengan baik hingga kemungkinan terburuk yang terjadi adalah menjadi pemicu sambaran petir ke bangunan Anda.

 
Cara Kerja Penangkal Petir BlueCRN

Untuk menggunakan BlueCRN ini, Anda harus merangkai sekaligus memperhatikan tujuan setiap komponen yang ada di dalam paket BlueCRN. Dalam 1 paket BlueCRN, Anda akan mendapatkan 4 komponen utama yaitu Head Terminal, kabel penghantar, sistem grounding, dan material bantu. Setiap komponen memiliki fungsi yang berbeda-beda.

 
bluecrn
Untuk cara kerja dari penangkal petir ini cukup sederhana yaitu Head Terminal dengan sifatnya yaitu Ionizer Dissipation System akan menciptakan medan ionisasi pada Head Terminal secara cepat dibandingkan lingkungan sekitar. Head Terminal disambungkan menggunakan connecting sleeve dengan kabel penghantar BC ukuran 50 mm2.

Anda bisa menggunakan berbagai tipe Head Terminal yang ada sesuai dengan kondisi bangunan dan jangkauan perlindungan yang diinginkan. Selain itu, berat maksimal untuk Head Terminal tidak terlalu besar yaitu 3,7 kg untuk tipe N4.120, 2 kg untuk tipe N3.70, dan 1,3 kg untuk tipe N3.35.

Ukuran ini menunjukkan Head Terminal sangat ringan dibandingkan produk lainnya. Kabel dan Head Terminal akan disangga oleh tiang minipole sekaligus dibantu dengan beberapa penyangga tambahan untuk menjaga tiang minipole tetap tegak.

Pipa PVC dipasang pada wilayah grounding untuk menghindari adanya kontak dengan lingkungan sekitar. Sistem grounding menggunakan control box yang dapat mengatur impedansi maksimal yang ada.

Ketika Head Terminal telah membentuk medan ionisasi, wilayah sekitar Head Terminal akan berubah menjadi negatif dan jalur yang tersedia hanyalah pada Head Terminal dengan muatan positif.

Muatan positif akan mengarahkan petir menuju Head Terminal. Ketika petir menyambar Head Terminal, petir akan langsung dihantarkan menggunakan kabel menuju sistem grounding.

Dalam sistem grounding, muatan listrik yang ada dilepaskan menuju lingkungan atau tanah sehingga tidak ada akumulasi muatan listrik yang dapat berbahaya bagi gedung dan lingkungan sekitar gedung.

Kedalaman untuk sistem grounding yang digunakan adalah 10 meter sehingga aliran listrik benar-benar tidak terakumulasi dan tidak menuju ke permukaan.

Menggunakan penangkal petir BlueCRN ciptaan CURRENT INDONESIA akan menguntungkan buat Anda terutama penggunaan pada wilayah perumahan dengan ketinggian dan luas bangunan yang tidak terlalu besar sehingga wilayah sambaran terbatas. Selain itu, Anda juga bisa menghemat biaya yang cukup besar dikarenakan wilayah cakupannya menjadi lebih kecil.

Untuk konsultasi produk bluecrn atau produk penangkal petir dan grounding sistem lainnya, silahkan masukan pertanyaan Anda di kolom komentar.